Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.

- 7/26/2019
advertise here
Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.




Lalu ketika Nuh menoleh dan melihat kambing itu, dia tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. “Jelek banget sih kamu kambing. Kakimu ada lima, matamu tiga, mulutmu mencong.”
Begitulah kira-kira yang terucap dari mulut Nuh. Dia terus tertawa hingga kambing yang ditertawakannya bersuara layaknya manusia.
“Hai Nuh, rupaku memang jelek, dan menurutmu aku mungkin juga mahkluk tidak berguna. Tidak bisa berbuat apa-apa sepertimu, tapi apakah kamu lupa wahai manusia berguna?”
“Lupa tentang apa?”
“Penciptamu dan penciptaku sama.”
Nuh seketika terdiam. Mulutnya seperti disumpal batu. Darah disekujur tubuhnya seolah berhenti beredar. Mukanya pucat. Tubuhnya gemetar sejadi-jadinya.






  Itulah sepenggal kisah sarat makna didalam buku ini, yang benar-benar menampar batin saya dengan telak ketika kali pertama saya membacanya. Bukan bermaksud spoiler tapi memang begitulah kenyataannya. Penuturan yang sederhana, tapi mampu mengguncang batin pembacanya.

  Banyak sekali persoalan rumit kehidupan, yang penyelesaian masalahnya justru menggunakan cara yang sederhana. Seperti kisah yang tersaji di dalam buku ini. Buku Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis karya Cak Rusdi ini, adalah buku kedua Rusdi Mathari yang saya baca setelah Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya. Di dalamnya tersaji kisah kisah sederhana namun begitu mendalam.






Judul Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis
Penulis Rusdi Mathari
Penerbit Buku Mojok
ISBN 978-602-1318-80-5
Tebal 115 Halaman
Rilis Januari 2019
Harga 56.000,-





  Ditulis dengan gaya penceritaan seperti dongeng sebelum tidur,membuat kenyamanan tersendiri ketika membaca kisah-kisah yang ada didalamnya. Kisah-kisah nya dikemas dengan petuah-petuah mengenai refleksi diri dan pemahaman mengenai islam yang santun, tidak grasa-grusu, dan lembut.

  Hal yang patut digaris bawahi terutama karena islam sekarang sering kali disampaikan dengan nada-nada kelewat keras, sehingga terkesan menakutkan.




Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.
Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.


  Dalam dimensi kenabian yang hanya sepenggal, Rasulullah jauh jauh hari telah melepaskan diri dari kedudukan sebagai manusia klan dan masuk ke kedudukan manusia islam. Dan manusia islam atau muslim adalah manusia yang menghargai perbedaan asal-usul , bangsa, ras, bahasa, dan bahkan keyakinan. Manusia yang tidak rasis.




  Saya sangat merekomendasikan kalian untuk membaca buku ini, selain isinya yang bagus, tampilan fisik buku ini juga menarik, dengan tebal buku yang tidak lebih dari 120 halaman, cukup ringan dan saya rasa anda dapat menyelesaikan membaca buku ini dengan sekali baca saja. Tentu saja akan lebih nikmat jika ditemani secangkir kopi panas selagi anda membacanya.

Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.
Laki-Laki Yang Tak Berhenti Menangis: Santun Beragama bersama Rusdi Mathari.





Ketika kebencian merajalela, kedengkian meningkat, dan fanatisme terhadap agama memuncak, Rusdi Mathari hadir membagikan kisah-kisah yang tak hanya menyejukkan hati, melainkan mengajak manusia untuk berserah diri kepada-Nya. Bagaimana Agama itu dapat menjadikan seseorang punya rasa kemanusiaan yang lebih ketimbang sebelumnya.

  • Rating: 4,4/5. 



Advertisement advertise here