Sang Penghibur.

- 9/02/2019
advertise here
Sang Penghibur Padi



     Pada entri kali ini gw bakal membagikan sebuah mahakarya yang bukan hanya bagus di segi intrumentalnya saja, namun juga pada liriknya yang mengandung makna yang sangat berisi. Dan mahakarya tersebut dapat ditemukan di salah satu lagunya Padi yang berjudul Sang Penghibur. Lagu ini adalah single pertama di Album Tak Hanya Diam.



Source: allmusic.com/album/release/tak-hanya-diam-mr0002331286



Lagu Sang Penghibur
Artis Padi
Album Tak Hanya Diam
Rilis 2007
Genre Alternative


Lyrics:
Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yg mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil
Yang berangan tuk merubah nasibnya

O…
Bukankah ku pernah meilhat bintang
Selau menghasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya

Ku gerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yg terputus
Masih ku coba mengejar rindu
Meski pelun membahasi tanah
Lelah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

Bukankah hidup adalah perhentian
Kita harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali
Berlari kembali
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya



  • Interpretasi Lagu.

Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yg mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa
Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil
Yang berangan tuk merubah nasibnya

Inilah kunci membuka hati, acuhkan tutur kata yang menjatuhkan dan mencela.
Isilah hati dengan kata-kata cintaNya (dzikir), agar suatu saat hati bangun dan membimbing akal, inilah mimpi sang pengembara cinta yang ingin merubah kualitas ibadahnya.


O…
Bukankah ku pernah melihat bintang
Selau menghasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya
Yang sedih hatinya

Bukankah engkau rasakan cintaNya saat engkau beribadah.
CintaNya yang merasuk ke dalam hati dan membersihkan hati dari gelapnya kotoran-kotoran hati sehingga hati berkilau bagai permata.
Hati yang berkilau menghibur jiwa yang lelah dan menghilangkan sedih.

Ku gerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yg terputus
Masih ku coba mengejar rindu
Meski pelun membahasi tanah
Lelah penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia
Sang pengembara cinta berjalan (bertarekat) mengejar pertemuan dengan Sang Kekasih walau banyak rintangan dan cobaan.


Bukankah hidup adalah perhentian
Kita harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali
Berlari kembali
Melangkahkan kaki
Menuju cahaya
Bagai bintang yang bersinar
Menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar
Menghibur yang sedih hatinya

Dunia hanyalah sementara, kejarlah akhirat demi menggapai pertemuan denganNya.
Karena selangkah engkau mendekat, seribu langkah Aku menghampiri.
Inilah kisah cinta, sang penghibur. 


Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi terhadap mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab : Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS.Al-Araf : 172)


Advertisement advertise here