Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

- 3/12/2020

Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

     Sebagai pengantar artikel opini ini, alangkah baiknya saya mulai dengan memberikan penjelasan tentang literasi, karena tema kali ini memang tidak jauh-jauh dari literasi. Kita mulai dulu dari pengertian literasi itu sendiri. Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi ialah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca. Nah ngomong-ngomong, bagaimana kabar literasi di lingkungan sekitar kita?


Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!


  Sejauh yang saya perhatikan, kesenjangan literasi kita masih tinggi, karena budaya dan kebiasaan membacanya masih tergolong rendah. Apalagi di era serba teknologi sekarang ini, informasi sangat mudah didapatkan. Dalam hitugan menit, bahkan detik informasi sudah ada dalam genggaman. Namun yang jadi catatan, keberadaan teknologi tidak selalu memberikan dampak positif. Misalnya, anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan Game Online dan Play Station ketimbang permainan Tradisional. Akhirnya, banyak di antara mereka yang sering abai terhadap tugas utamanya, yaitu belajar. Literasi ini menjadi masalah serius jika di aktifitas literasi di ruang masyarakatnya rendah, salah satu penyebab kenapa kebanyakan orang mudah percaya hoax, adalah rendahnya minat mereka untuk membaca, menjadikan kurang wawasan, kurang mampu menganalisis sampai akhir nya jadi kurang kritis. Memang budaya dengar masih dominan daripada budaya baca di negeri ini.


  • Perpustakaan: Tempat Ideal Membuka Cakrawala Diri.
Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

  Masih banyak yang belum memaknai makna kegiatan membaca, membaca itu tidak jauh berbeda dengan asuransi. Keduanya memiliki persamaan, hasil yang diperoleh tidak dirasakan secara langsung. Perpustakaan adalah investasi jangka Panjang.
  Nah berbicara soal minat baca, walaupun akses terhadap buku masih tergolong sulit, tapi bukan berarti tidak ada akses sama sekali. Untuk yang hobi membaca bisa membuat jadwal rutin buat berkunjung ke perpustakaan yang tersedia di daerah masing-masing. Bisa untuk membaca ditempat, membaca dirumah dengan meminjam, atau mengerjakan tugas sekolah di perpustakaan. Nggak harus kok kita membeli buku baru, apalagi sebagai bagian masyarakat kelas bawah secara ekonomi maupun pendidikan, membeli buku rasanya menjadi impian yang terlalu mahal. Masih mending buat beli beras daripada beli buku. Yang jelas, perpustakaan bisa menjadi salah satu upaya untuk membentuk masyarakat yang gemar membaca. Dalam sejarah juga dikisahkan bahwa untuk menghancurkan peradaban suatu bangsa cukup dilakukan dengan menghancurkan perpustakaannya. Hal ini mengindikasikan betapa pentingnya perpustakaan sekaligus menjadi tolak ukur seberapa maju dan berkualitasnya bangsa tersebut.


  Dengan penjelasan diatas, sudah saatnya kita menambahkan perpustakaan sebagai opsi yang bisa kita pilih ketika menentukan tempat wisata. Wisata ataupun rekreasi tidak harus mahal, karena Perpustakaan bisa menjadi alternatif untuk tujuan wisata setiap saat. Selain berfungsi sebagai pusat informasi, Perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat wisata keluarga yang asyik. Namun disela-sela kegiatan itu ada pesan untuk mengajak masyarakat untuk membaca. Tujuannya, badan sehat, pikiran jernih dan pengetahuan pun bertambah dengan membaca. Wisata pustaka adalah salah satu bentuk kegiatan rekreasi pendidikan yang bersinggungan dengan buku (pustaka). Hal ini tentu sejalan dengan amanat yang terkandung dalam UU No.43 Tahun 2007 pasal 3 yang menyebutkan bahwa salah satu fungsi perpustakaan adalah rekreasi.
  •   Perpustakaan Daerah Cilacap.
Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!
Gambar Oleh Ponidi Rahmanto.

   Nah untuk yang rumahnya di Cilacap, kalian bisa nih mulai meramaikan lagi aktifitas literasi di Perpusda Cilacap, yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman No.5, tepatnya di sebelah Sindoro Hotel. Jadwal pelayanan adalah 6 hari kerja, kecuali hari Minggu. Jam pelayanan Perpustakaan mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Lengkapnya tertera di gambar berikut ini.
Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!
Jadwal Pelayanan Perpusda Cilacap.

  Saya sendiri meskipun juga warga Cilacap, juga baru pertama mengunjungi Perpustakaan daerah ini tepatnya bulan Februari kemarin. Sampai artikel ini ditulis, tercatat sudah 2 kali saya melakukan kunjungan ke Perpustakaan Daerah di Cilacap ini, mantap. Pada kunjungan pertama, saya menyempatkan diri untuk berkeliling ke seluruh bagian di Perpustakaan, dan ada kenyamanan yang bisa saya rasakan, keseluruhan gedung terawat dengan baik mulai dari ruangan, penataan buku, hingga tempat parkir kendaraan yang terletak di sisi utara gedung. Memasuki ruang utama kita bakal disambut dengan ramah oleh petugas perpustakaan sekaligus menjumpai ruangan tempat membaca anak-anak disertai beragam koleksi buku anak-anak. Terdapat pula monitor khusus untuk mencari koleksi buku yang ada di perpustakaan tepat di sebelah tangga. Untuk foto menyusul ya.
  Untuk koleksi buku utama bisa kita temui tepatnya di lantai 2 gedung perpustakaan. Terdapat beragam Buku Fiksi, Buku Non Fiksi, Buku Referensi, Buku Langka, dan Surat Kabar yang masing masing ditempatkan di ruangan tersendiri. Ruang baca di lantai 2 ini juga tergolong luas, namun menurut saya akan lebih baik apabila kualitasnya disamakan dengan lantai dasar yang sudah menggunakan pengatur suhu ruangan, karena jujur udara cukup panas sehingga dapat mengurangi kenyamanan membaca, terlebih ketika terik di siang hari.
  Karena saya belum terlalu sering mengunjungi perpustakaan, jadi belum banyak gambar yang bisa saya dokumentasikan, namun terakhir kali berkunjung saya menyempatkan diri untuk memotret statistik data perpustakaan yang dipajang di dinding lantai dasar. Baik itu data peminjam buku dan lain-lain, berikut informasinya.
  • Statistik Pengunjung Perpusda Cilacap Tahun 2018.
Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

  • Statistik Buku Yang Dipinjam di Perpusda Cilacap Tahun 2018.

Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

  • Statistik Anggota Perpusda Cilacap Tahun 2018.

Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!



   Nah, meskipun data tersebut belum diperbaharui (Tahun 2018), paling tidak dari data tersebut kita bisa melihat bahwa data statistik perpustakaan mulai dari data anggota, pengunjung, hingga peminjam buku masih tergolong rendah dan belum memuaskan. Namun cerita tidak berhenti disitu, menyikapi minat baca masyarakat yang rendah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab.Cilacap pun meluncurkan aplikasi Perpustakaan Digital dengan nama ePusda Cilacap.


Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!

  Nah buat kaum rebahan yang mager bisa nih untuk mengunduh Aplikasi ePusda Cilacap dan membaca koleksi buku, tanpa harus repot-repot ke Perpusda. Semoga dengan adanya budaya baca digital dapat meningkatkan indeks baca peserta didik dan masyarakat luas. Di lain artikel nanti saya akan bagikan cara untuk registrasi di Perpustakaan digital ini.

  • Menulis; Bagian Dari Iman.



Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!


 Kegiatan menulis, tanpa disadari ternyata menjadi kriteria kemajuan suatu bangsa. Banyak kemajuan bangsa yang telah punah dan tidak dikenali hingga saat ini, karena tidak ada literatur yang ditemukan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri tidak terlepas dari kegiatan menulis. Maka kegiatan penghimpunan ide dengan menulis akan melahirkan karya yang akan terus dihimpun, dibaca, diaplikasikan serta dikoleksi oleh penerusnya.
  Seseorang yang gemar menulis atau membuat karya tulis ibarat manusia yang berumur panjang bahkan abadi hidupnya. Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya para penulis buku, kitab-kitab klasik yang ratusan tahun berlalu hidupnya, tetapi harum Namanya hingga sekarang karena tulisannya. Seperti Imam Syafi’i, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam as-Suyuti dan lain-lain, karya dan ide mereka senantiasa menjadi rujukan sampai saat ini.
  Dalam konsep islam, sebagaimana tersebut dalam Surah Al-Alaq, bukan hanya momen gerakan budaya membaca (Iqro’, ayat 1), tetapi jauh dari itu (ayat 4) Islam memaknai kegiatan tulis-menulis adalah sebagai media yang sangat urgen dalam kehidupan manusia.
  Pada QS. Al-Alaq, ‘Yang mengajar (anusia) dengan perantaraan Qalam (pena, tulisan)’, hal tersebut sangat jelas bahwa keberadaan Islam memiliki risalah mengajak agar manusia selalu membaca dan menulis. Ayat ini juga mengajarkan kegiatan menulis sebagai sarana proses transformasi ilmu dan pengetahuan.
  Jika aktifitas menulis tidak ada, atau jika apa yang dikatakan Rasulullah SAW tidak tertulis, hanya qaala wa qiila (dari mulut ke mulut, budaya tutur kata), maka akan terjadi banyak kontaminasi dan bahkan hilang ditelan zaman. Tulisan, menyebabkan orang tahu kalua ada karya dan pemikiran terdahulu.Tulisan menyelamatkan itu semua, maka kegiatan menulis merupakan aspek penting untuk  memelihara kemurnian sebuah karya.

  • Menumbuhkan Minat Baca.



Sejukkan Kalbu Dengan Buku, Ayo Ke Perpustakaan!


 Salah satu syarat utama dalam belajar adalah kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan membaca tidak hanya dipahami sebagai kemampuan dalam membaca, mengeja , dan merangkai huruf dari A hingga Z. Melainkan sebuah kemampuan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas hidup dengan cara membaca. Demikian halnya kemampuan menulis, tidak dipahami sebagai kemampuan dalam menuliskan bentuk-bentuk huruf A hingga Z ataupun merangkai sebuah kata saja. Melainkan sebuah kemampuan dalam mengomunikasikan ide dan gagasan melalui sebuah media tulisan kepada orang lain.
  “Berhenti sekolah adalah sebuah kepastian, namun berhenti belajar adalah sebuah pilihan". Ungkapan tersebut adalah gambaran bahwa kegiatan belajar tidak ada batas jenjang dan waktunya sebagaimana pendidikan formal. Jadi benar saja petuah Rasulullah bahwa belajar tidak mengenal waktu, juga tidak mengenal usia. Saling belajar dan tidak berhenti belajar adalah prinsip ideal sepanjang zaman. Sampai-sampai bagi beberapa orang, habis baca doa tidur lanjut baca doa belajar, karena belajar tidak berhenti meski diri dalam keadaan tertidur. Proses pembelajaran sepanjang hayat ini dapat berjalan jika setiap orang mempunyai budaya baca dan budaya menulis atau yang akrab dikenal sebagai "literasi". Semoga kita semua para pegiat literasi di Nusantara mampu untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam rangka mencerdaskan negeri. Semoga!.


Advertisement